Cara Tanam Hidroponik Sederhana

18082 views

Cara Tanam Hidroponik Sederhana - Terdapat beberapa teknik cara tanam hidroponik sederhana. Dimulai dengan memanfaatkan barang bekas hingga menggunakan teknologi canggih. Tanaman hidroponik adalah hasil tanaman yang dapat dikatakan sehat karena biasanya tidak menggunakan penyemprotan dengan zat kimia. Hidroponik juga metode yang sangat kreatif karena tidak harus pada lokasi yang luas, bahkan anda bisa melakukannya di dalam ruangan.

Cara tanam hidroponik sederhana ini memang cukup ramah lingkungan dan praktis. Anda bisa memanfaatkan gelas dan botol plastik bekas atau ember plastik. Bahan-bahan banyak sekali bisa ditemui di sekitar kita. Penggunaan berbagai barang tersebut dibutuhkan pada teknik penanaman hidroponik yang disebut Wick Sistem/System Wick. Namun, kali ini tidak akan menjelaskan teknik tersebut, melainkan teknik yang lain dalam berhidroponik yakni sistem rakit apung atau disebut juga walter cultur. Berikut ini penjelasannya :

Cara Tanam Hidroponik Sederhana Pertama

Sebelum menuju setiap langkahnya, mari kenali dulu sistem rakit apung. Dengan teknik ini, tumbuhan akan disangga oleh Styrofoam, sehingga mengapung bersama nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Bahan dan alat yang harus disiapkan yakni :

  • Bak plastik yang memiliki ukuran sekitar 30 x 50 cm dengan tinggi 20 cm. Bak plastik yang berperan dalam menampung larutan nutrisi bagi tanaman.
  • Rockwool
  • Gelas plastik, bisa dengan gelas air mineral dan nantinya dipakai sebagai net pot untuk wadah tanaman.
  • Styrofoam dengan ukuran yang sama dengan bak plastik yaitu 30 x 50 cm.
  • Cutter
  • Aluminium foil
  • Paku
Cara Tanam Hidroponik Sederhana Dengan Styrofoam

Cara Tanam Hidroponik Sederhana Dengan Styrofoam

Cara Tanam Hidroponik Sederhana Kedua

Setelah setiap bahan serta peralatan hidroponik sederhana telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah merakitnya. Caranya yaitu :

  • Styrofoam dipotong dengan disesuaikan pada ukuran yang dibutuhkan permukaan atas bak plastik. Dan alaumunium foil yang disiapkan akan dimanfaatkan untuk melapisi styrofoam.
  • Untuk mensuplai oksigen hingga akar pada tanaman, masukkan pompa aquarium ke dalam bak plastik.
  • Pada permukaan styrofoam dilubangi sebesar dasar gelas mineral karena lubang tersebut nantinya difungsikan untuk menempatkan gelas plastik. Jarak antara setiap lubang dibuat agak rapat. Kemudian bagian dasar gelas dibuat lubang sebesar paku secara melingkar (sekitar 10 lubang).
  • Net pot (gelas plastik) ditempatkan pada lubang styrofoam. Atur dan sesekali diputar perlahan sampai bagian dasar net pot bisa menyentuh permukaan dari larutan nutrisi. Sebaiknya setiap net pot dibuat dengan tinggi sekitar 5 cm dari dasar bak plastik.
  • Tahapan selanjutnya yakni rockwool dipotong berbentuk kubus dengan ukuran kira-kira 3 x 3 x 3 cm. Lalu agar terdapat celah rockwool digunting. Celah inilah yang akan menjadi tempat bagi bibit. Kemudian bibit tanaman siap tanam yang ingin anda budidayakan diletakkan di dasar net pot. Sebelumnya anda bisa melakukan penyemaian benih untuk mendapat bibit siap tanam.
  • Setelah itu, tanaman hidroponik anda tersebut diletakkan di lokasi yang bisa mendapat cahaya matahari dengan cukup.
  • Perhatikan kondisi larutan nutrisi agar tetap terjaga sehingga tanaman tidak akan kekurangan nutrisi. Jika akar dari tanaman tidak lagi menyentuh larutan maka ditambahkan kembali larutan nutrisinya.
Cara Tanam Hidroponik Sederhana Sistem Rakit Apung

Cara Tanam Hidroponik Sederhana Sistem Rakit Apung

Cara tanam hidroponik sederhana ini cocok diterapkan pada jenis sayuran yang memerlukan banyak air dan memiliki jangka waktu tanam yang singkat. Diantaranya adalah kangkung, jenis sawi seperti caisim, pak choy, sawi bunga, sawi bakso dan sawi petsa. Teknik ini sebaiknya tidak diterapkan pada jenis tanaman berjangka tanam panjang dan tanaman besar, karena kerjanya bisa menjadi tidak efektif untuk tanaman tersebut. Demikian pemaparan cara tanam hidroponik sederhana, semoga bermanfaat. Baca juga >> macam macam media tanam hidroponik.