Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit

23133 views

Siapa yang tidak mengenal cabe rawit, cabe ini dikenal dengan rasanya yang pedas, lebih pedas dari cabe besar. Mayoritas orang Indonesia yang menyukai makanan pedas, juga menjadi faktor kebutuhan cabe tidak pernah habis. Bila anda ingin menanam cabe rawit untuk diperdagangkan, sebaiknya anda harus mengetahui cara bercocok tanam cabe rawit terlebih dahulu. Ini agar hasil panennya maksimal, sehingga modal untuk bibit dan perawatannya tidak sia-sia.

Cabe rawit bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi, sehingga mudah dibudidayakan. Selain itu, bila hasilnya maksimal pada hari besar, tertentu biasanya harga cabe meroket dan ini bisa jadi keuntungan tersendiri untuk anda. Satu pohon cabe umumnya bisa hidup hingga 2 taahun, namun karena semakin lama produktivitasnya semakin berkurang. Agar tidak merugikan, cabe sebaiknya ditanam hingga 12 bulan saja.

Dalam menanam cabe, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, berikut tahapan dari cara bercocok tanam cabe rawit yang baik :

Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit

Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit

I : Pemilihan Bibit

Ketika anda membeli biji untuk pembibitan, pilihlah dulu biji yang baik yaitu saat direndam ke dalam air ia tenggelam karena berisi, sedangkan biji yang mengambang berarti tidak cocok untuk ditanam. Biji yang sudah terpilih kemudian dijemur agar mengering. Untuk kebutuhan satu hektar lahan, benih yang diperlukan sekitar 300-500 benih atau setara 0,5 kilogram.

II : Penyemaian

  • Mula-mula campurkanlah tanah dengan pupuk kandang dan sekam, dengan perbandingan 1:1:1. Buat sebagai media semai dengan ketebalan 5-10 cm.
  • Jika media semai telah siap rendam biji terlebih dahulu dengan air hangat, kurang lebih 6 jam supaya merangsang pertumbuhan benih.
  • Semai benih dengan jarak antar benihnya 10 cm, kemudian siram dengan hati hati agar benih tidak hanyut.
  • Tutup media semai dengan goni basah agar tetap lembab.
  • Setelah 4 hari, buka karung goni, tutup media semai dengan plastik transparan supaya tidak terkena dari air hujan dan paparan sinar matahari secara langsung.
  • Sekitar 1 bulan setelah bibit tumbuh daun 4 helai dan sehat pindahkan ke media tanam.

III : Penanaman

  • Lahan perlu dibajak atau dicangkul sedalam 30-40 cm.
  • Jika tanahnya terlalu asam, netralkan dengan dolomit.
  • Buat bedengan dengan tinggi 30-40 cm dan lebar 120 cm, untuk panjangnya bisa menyesuaikan lahan.
  • Jarak antar bedeng sekitar 45 cm.
  • Campurkan pupuk kompos sekitar 15-20 ton per hektarnya. Bila kondisi tanah kurang subur, boleh dicampurkan pupuk TSP, KCI, dan urea seperlunya.
  • Buatlah lubang pada bedeng sedalam 50-60 cm.
  • Dalam satu bedeng dibuat dua baris secara zig zag dengan jarak antar lubangnya 60 cm.
  • Cabut bibit dari media semai dengan hati-hati dan pindahkan beserta tanahnya, agar akar tidak rusak.
  • Masukkan ke dalam lubang tanam dan padatkan tanahnya.

IV : Perawatan

  • Siram tanaman jangan terlalu sering, namun jangan sampai tanahnya terlalu kering sebab cabe bisa mati. Yang penting kebutuhan airnya tercukupi.
  • Pemupukan berikutnya dilakukan setelan sebulan penanaman dan setelah cabe selesai dipanen.
  • Biasanya cabe diserang hama kutu daun, tungau merah, dan kutu gurem. Cabuti bagian yang diserang hama, bila tanaman terserang parah cabut kemudian bakar.

V : Pemanenan

Cabe bisa dipanen saat berumur 2.5 hingga 3 bulan, dan periode panennya bisa berlangsung selama 6 bulan. Petiklah cabe beserta tangkainya di pagi hari. Semoga informasi cara bercocok tanam cabe rawit di atas dapat dijadikan referensi. Baca juga cara menanam pepaya di pekarangan rumah.