Artikel Budidaya Tanaman Pangan

29493 views

Banyak sekali artikel budidaya tanaman pangan. Apalagi Indonesia adalah Negara agraris, Negara yang sebagian besar penduduknya bekerja dibidang pertanian. Warga Indonesia merupakan pembudidaya tanaman yang termasuk komoditas pangan. Komoditas tanaman pangan diantaranya adalah kelompok tanaman pangan, kelompok tanaman lain penghasil bahan baku produk pangan, dan tanaman hortikultura non tanaman hias.

Pembudidayaan tanaman pangan akan dimanfaatkan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Selain untuk dikonsumsi sendiri, hasil dari budidaya tanaman pangan akan diperdagangkan sehingga dapat menjadi mata pencaharian. Tanaman pangan memiliki peran penting untuk manusia karena sebagai sumber utama bagi karbohidrat dan protein yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanaman pangan, keanekaragaman jenis tanaman pangan ini merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa, sehingga kita perlu bersyukur karena masih banyak negara-negara lain yang tidak dapat memproduksi tanaman pangan dan harus mendatangkan dari Negara lain. Tanaman pangan dapat dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan.

Artikel Budidaya Tanaman Pangan

Artikel Budidaya Tanaman Pangan

Pengertian dari tanaman semusim adalah tanaman yang akan dipanen dalam waktu semusim antara 3 hingga 4 bulan, contohnya jagung dan kedelai. Ataupun dari 6 hingga 8 bulan, contohnya singkong.Sedangkan tanaman tahunan merupakan tanaman yang terus tumbuh setelah bereproduksi dalam jangka waktu lebih dari 2 tahun contohnya sagu dan sukun.

Adapun cara bercocok tanam tanaman pangan yaitu :

1. Mempersiapkan benih

Dalam Artikel Budidaya Tanaman Pangan ini juga membahas persiapan benih. Pertama-tama uji lebih dahulu benih yang belum disemai ke dalam larutan air garam. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah benih dimasuki telur atau tidak, maka telur akan terapung jika di dalam benih tersebut terdapat telur. Memilih benih yang baik adalah saat diadakan pengujian benih akan tenggelam dalam larutan garam tersebut. Setelah benih diuji dengan menggunakan larutan garam, lalu masukan benih ke dalam air bersih selama 24 jam lalu tiriskan dan diperam selama 2 hari. Semailah benih pada media tanah yang sudah tercampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1:1 di dalam wadah berukuran 20 cm x 20 cm selama 7 hari hingga 10 hari dan benih akan siap ditanam.

2. Pengolahan tanah

Lakukanlah pengolahan tanah dengan baik agar tanah tetap terbebas dari gangguan tanaman hama.

3. Pemberian pupuk

Pemberian pupuk secara berkala ini bertujuan agar tanaman pangan dapat tumbuh subur.

4. Pemeliharaan

Lakukanlah pemeliharaan dengan tetap menjaga kelembaban tanah dengan sering menyiram dan jangan sampai tanah mongering karena akan membuat tanaman pangan menjadi rusak atau layu.

Tanaman pangan dibagi menjadi 3 kelompok serealia, diantaranya yaitu :

1. Padi (Oryza Sativa)

Orang Indonesia sangat tergantung dengan padi, karena padi menjadi makan pokok orang Indonesia. Bentuk tanaman padi yaitu batang pada padi berbuku dan berongga, daunnya tumbuh dari buku yang ada pada batang, pada buku yang terakhir akan muncul bunga atau malai, dan padi memiliki akar serabut.  Pada bunga atau malai terdapat bulir padi yang menjadi bahan utama pangan.

2. Jagung (Zea Mays L.)

Bentuk tumbuhan jagung adalah memiliki batang tunggal yang terdiri atas ruas dan buku, daun pada jagung terdapat pada setiap buku batang, tumbuhan jagung memiliki bunga jangan dan bunga betina yang terpisah namun masih dalam satu pohon.Tanaman jagung dapat ditanam dimana saja.

3. Kedelai (Glycine Max L.)

Kedelai adalah tanaman semusim yang dapat tumbuh dengan tinggi tanaman 40 sampai 90 cm dengan daun tunggal dan daun bertiga. Tanaman kedelai memiliki umur 72 hari sampai 90 hari, dengan polong kedelai yang masak akan ditandai dengan warna cokelat pada kulit polong.

4. Kacang Tanah (ArachisHipogeae L.)

5. Umbi Jalar (Ipomoea Batatas L)

Semoga artikel budidaya tanaman pangan di atas bisa bermanfaat.